ASSALAMU'ALAIKUM WR. WB.

SELAMAT DATANG DI BLOG DWP PROVINSI JAWA TIMUR MEDIA INTERAKSI UNSUR PELAKSANA DWP DILINGKUNGAN DWP PROVINSI JAWA TIMUR
SEMOGA BERMANFAAT

INFORMASI

>> 29 Juni 2009

PEMBERITAHUAN
MENGENAI PRA MUNAS

Sehubungan dengan akan diselenggarakannya kegiatan Sosialisasi Pra Munas oleh DWP Pusat dan DWP Provinsi Jawa Timur terpilih menjadi Tuan Rumah acara tersebut.

Untuk itu kami beritahukan dengan hormat beberapa hal kepada Ibu Ketua anggota unsur pelaksana dilingkungan DWP Provinsi Jawa Timur sebagai berikut :

1. Membuat beberapa usulan terkait AD/ART DWP serta masukan yang membangun guna kemajuan organisasi DWP.
2. Mengirimkan peserta :
- Ibu Ketua DWP Instansi Pemerintah Provinsi
- Ibu Ketua DWP Kabupaten / Kota didampingi 1 (satu) orang pengurus.

Perlu kami informasikan bahwa peserta Pembukaan Sosialisasi Pra Munas ini adalah 17 Provinsi di Indonesia bagian Timur.

Usulan tentang AD/ART DWP serta masukan kami terim paling lambat Tanggal 30 JULI 2009, bisa dikirim melalui Surat atau e-mail di dwpprovjatim@gmail.com.

Kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut :
1. Wisata Bersama (ke Suramadu, Lumpur Lapindo)
Mendampingi Pengurus DWP Pusat dan Pengurus DWP Indonesia Bagian Timur
Hari / Tgl : Rabu, 12 Agustus 2009
Waktu : Pukul 12.00 WIB

2. Temu Wicara dengan Pengurus DWP Pusat :
Hari / Tanggal : Rabu, 12 Agustus 2009
Waktu : Pukul. 19.30 WIB

3. Pembukaan Sosialisasi Pra Munas, Mengikuti Seminar Publik Speaking dan Pelatihan Manajemen Usaha / Catering :
Hari / Tanggal : Kamis, 13 Agustus 2009
Waktu : Pukul 07.30 s/d 16.00 WIB
Tempat : Hotel Tunjungan Surabaya
Pakaian : Seragam DWP

Catatan :

- Diharapkan bagi peserta dari DWP Kabupaten/Kota check in dan menitipkan barang bawaan (tas) pada Hari Rabu, 12 Agustus 2009 paling lambat pada pukul 11.00 WIB.

Sekian dan terima kasih.

Read more...

Tentang Pangan

LIMA KUNCI UNTUK KEAMANAN PANGAN



1. Jagalah Kebersihan
• Cucilah tangan sebelum mengolah pangan dan sesering mungkin selama pengolahan pangan.
• Cucilah tangan sesudah dari toilet.
• Cuci dan sanitasi seluruh permukaan yang kontak dengan pangan dan alat untuk pengolahan pangan.
• Jagalah area dapur dan pangan dari serangga, hama dan binatang lainnya.

Mengapa?
Walaupun kebanyakan mikroba tidak menyebabkan gangguan kesehatan, namun mikroba patogen tersebar luas di tanah, air, hewan dan manusia. Mikroba ini terbawa oleh pangan, serbet dan peralatan terutama pada talenan yang dapat mencemari pangan dan menyebabkan penyakit.

2. Pisahkan Pangan Mentah dari Pangan Matang:

  • Pisahkan daging sapi, daging unggas dan pangan hasil laut dari pangan lain.
  • Gunakan peralatan yang terpisah, seperti pisau dan talenan untuk mengolah pangan mentah.
  • Simpan pangan dalam wadah untuk menghindari kontak antara pangan mentah dan pangan matang.

Mengapa?
Pangan mentah terutama daing sapi, daging unggas, pangan hasil alut dan cairan yang ditimbulkannya dapat mengandung mikroba patogen yang dapat mencemari pangan lainnya selama pengolahan dan penyimpanan.

3. Masaklah dengan Benar

  • Masaklah pangan dengan benar terutama daging sapi, daging unggas, telur dan pangan hasil laut.
  • Rebuslah pangan, seperti sup sampai mendidih dah usahakan agar suhu internalnya mencapai 70°C. untuk daging, usahakan cairannya bening, tidak berwarna merah muda. Agar lebih yakin, gunakan thermometer.
  • Panaskan kembali pangan secara benar.

Mengapa?
Memasak pangan dengan tepat dapat membunuh mikroba patogen. Pangan yang dimasak dengan suhu internal 70°C dapat memberi kepastian pangan aman untuk dikonsumsi. Pangan yang benar-benar harus diperhatikan adalah daging, terutama daging cincang, daging panggang utuh dan potongan daging besar.

4. Jagalah pangan pada suhu aman

  • Jangan membiarkan pangan matang pada suhu ruang lebih dari 2 jam.
  • Simpan segera semua pangan yang cepat rusak dalam lemari pendingin (sebaiknya disimpan di bawah suhu 5°C).
  • Pertahankan suhu pangan lebih dari 60°C sebelum disajikan.
  • Jangan menyimpan pangan terlalu lama dalam lemari pendingin.
  • Jangan biarkan pangan beku mencair pada suhu ruang.

Mengapa?
Mikroba dapat berkembang biak dengan cepat pada suhu ruang. Dengan menjaga suhu di bawah 5°C atau di atas 60°C, pertumbuhan mikroba lebih lambat atau terhenti. Beberapa mikroba patogen dapat tumbuh pada suhu di bawah 5°C.

5. Gunakan air dan bahan baku yang aman

  • Gunakan air yang aman atau beri perlakuan agar air aman.
  • Pilihlah pangan segar dan bermutu
  • Pilihlah cara pengolahan yang menghasilkan pangan aman, seperti susu yang sudah dipasteurisasi.
  • Cucilah buah-buahan atau sayuran, terutama yang dimakan mentah.
  • Jangan mengkonsumsi pangan yang sudah kadaluwarsa.

Mengapa?
Bahan baku, termasuk air dan es dapat terkontaminasi oleh mikroba patogen dan bahan kimia berbahaya. Racun dapat terbentuk dari pangan yang rusak dan berjamur. Memilih bahan baku dan perlakuan sederhana seperti mencuci dan mengupas kulitnya, dapat mengurangi risiko.


dwpp/badan pom

Read more...

Prakata Ibu Ketua

>> 11 Juni 2009

Teriring rasa syukur yang dalam kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya berkat limpahan rahmat, petunjuk dan bimbingan-Nya semata sehingga kami dapat bekerja sama dengan PT. Telkom dan Speedyholic Community untuk menyelenggarakan pelatihan pengenalan Internet kepada Ibu-Ibu anggota dilingkungan DWP Provinsi Jawa Timur.


Selaku Istri Pegawai Negeri Sipil saya sangat berbahagia dan bangga mempunyai wadah perkumpulan organisasi yang disebut Dharma Wanita Persatuan, dimana mempunyai tujuan mewujudkan kesejahteraan anggota dan keluarga melalui peningkatan sumber daya anggota untuk mendukung tercapainya tujuan nasional berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

DWP adalah organisasi yang sangat menyadari sepenuhnya terhadap kewajiban mensukseskan tujuan nasional, untuk itu tujuan tersebut akan berhasil jika para Istri PNS mau dan mampu meningkatkan kualitas sumber daya yang dimiliki dalam menghadapi tuntutan dan tantangan kehidupan, baik pada era reformasi yang sedang terjadi di negara kita maupun dalam menghadapi kehidupan era globalisasi pada abad 21.

Sejalan dengan tuntutan dan perubahan kehidupan tersebut, Istri PNS yang terorganisasi dalam suatu wadah Dharma Wanita Persatuan harus pandai-pandai menyaring informasi dan pengetahuan sehubungan dengan kemampuan teknologi informasi, mengingat putra/putri kita dalam proses belajarnya tak lepas dari dunia teknologi informasi khususnya iNternet, maka tidak ada salahnya jika Ibu-ibu dapat mengontrol putra/putri kita dan lebih luas lagi jika ibu-ibu mempunyai ketrampilan atau keahlian bidang garment, kuliner, dll dapat memperkenalkan karya melalui BLOG sehingga akan menambah penghasilan dan akhirnya dapat meningkatkan ekonomi keluarga.

Harapan saya semoga Ibu-Ibu dapat mempelajari dan memanfaatkan ilmu ini secara aktif dan terus menerus tanpa meninggalkan kewajiban sebagai Ibu rumah tangga yang sangat mulia ini.

Kami menyadari sepenuhnya, mengingat keterbatasan kemampuan pada diri kami, serta proses awal pembelajaran dalam dunia internet, tentunya masih banyak dijumpai kekurangan dalam penyusunan BLOG ini.

Semoga pelatihan ini bermanfaat bagi kita semua dan segala upaya kita diridhoi Allah SWT. Amiin.






Read more...

Gerakan Tanam 1 juta pohon

>> 09 Juni 2009

FOTO-FOTO KEGIATAN
GERAKAN TANAM DAN PELIHARA
SATU JUTA POHON






Read more...

Peringatan HUT DWP

FOTO-FOTO KEGIATAN PERINGATAN HUT DWP KE 9 TAHUN 2008


DONOR DARAH








TANAM POHON DAN TEBAR BENIH IKAN
DI WADUK WIYUNG SURABAYA





Read more...

Bidang Sosial Budaya

>> 08 Juni 2009

BIDANG SOSIAL BUDAYA

Sesuai dengan misi DWP yaitu "Menyejahterakan anggota melalui Bidang Pendidikan, Ekonomi dan Sosial Budaya secara Demokratis" maka struktur organisasi masing-masing bidang ada Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Anggota; Kepengurusan tersebut sesuai kebutuhan serta melihat situasi dan kondisi organisasi DWP masing-masing instansi.


TUGAS DAN WEWENANG KETUA BIDANG :
  1. Memimpin dan menyelenggarakan kegiatan bidang sesuai dengan tugas bidang masing-masing yang meliputi perencanaan dan pelaksanaan program kerja;
  2. Membagi tugas diantara Wakil Ketua dan Anggota pengurus Bidang masing-masing;
  3. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas yang dilakukan oleh Wakil Ketua dan anggota pengurus bidang masing-masing;
  4. Melimpahkan tugas dan wewenang kepada Wakil Ketua apabila Ketua berhalangan;
  5. Memberikan saran dan pertimbangan yang dipandang perlu kepada Ketua/Wakil Ketua, baik diminta maupun tidak diminta;
  6. Melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada Ketua.
TUGAS DAN WEWENANG WAKIL KETUA BIDANG :
  1. Membantu Ketua Bidang dalam melaksanakan tugas sesuai dengan ruang lingkup yang telah ditentukan;
  2. Menyusun rencana program kerja dan anggaran biaya bidang masing-masing;
  3. Mewakili Ketua apabila Ketua Bidang berhalangan;
  4. Memberikan saran dan pertimbangan yang dipandang perlu kepada Ketua Bidang, baik diminta maupun tidak diminta;
  5. Melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada Ketua Bidang.

KEGIATAN - KEGIATAN
  1. Kegiatan Bidang Sosial Budaya mengarah pada upaya mewujudkan kepedulian sosial terhadap anggota, masyarakat dan lingkungan serta meningkatkan wawasan, pemahaman, penghayatan dan toleransi terhadap budaya bangsa yang sangat beragam.
  2. Adapun kegiatan yang telah dilaksanakan DWP Prov. Jatim, antara lain :
  3. Mengikuti dan menghadiri peringatan hari besar nasional & agama.
  4. Bekerja sama dengan instansi terkait dan perguruan tinggi / LSM mengadakan sosialisasi UU No. 23 tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga dan UU Pemberantasan perdagangan perempuan dan anak.
  5. Menyelenggarakan ceramah guna meningkatkan pemahaman tentang kesetaraan gender dan keadilan gender.
  6. Mensosialisasikan Pusat pelayanan terpadu penanggulangan KDRT
  7. Secara rutin menghimpun anggota untuk mendonorkan darah dalam rangka HUT DWP.
  8. Mengadakan anjangsana ke Pengurus / Anggota yang terkena musibah.
  9. Mengunjungi panti jompo (Panti wredha) dan memberikan bantuan.
  10. Memberikan bantuan sosial hasil pengumpulan infaq kepada panti asuhan.
  11. Menyalurkan zakat fitrah, infaq dalam rangka idul fitri dan idul qurban.
  12. Memberikan bantuan sembako kepada anggota yang tidak mampu.
  13. Mengikuti ziarah ke TMP
  14. Menyediakan pelayanan konseling untuk orang tua dan anak bermasalah.
  15. Mengadakan senam
  16. Mengadakan ceramah tentang Narkoba dan Seks bebas.
  17. Mengikuti dialog sehari tentang penanggulangan penyalahgunaan NAPZA dan kenakalan remaja.
  18. Mengikuti sosialisasi dialogis Hak Azasi Manusia.
  19. Menyelenggarakan pelatihan / seminar tentang pendataan dan pelaporan KB, bekerja sama dengan BKKBN Prov. Jatim.
  20. Menghadiri dan mengikuti seminar tentang urgensi program keluarga berencana dalam masalah kependudukan di Indonesia.

Read more...

Bidang Ekonomi

BIDANG EKONOMI

Sesuai dengan misi DWP yaitu "Menyejahterakan anggota melalui Bidang Pendidikan, Ekonomi dan Sosial Budaya secara Demokratis" maka struktur organisasi masing-masing bidang ada Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Anggota; Kepengurusan tersebut sesuai kebutuhan serta melihat situasi dan kondisi organisasi DWP masing-masing instansi.


TUGAS DAN WEWENANG KETUA BIDANG :
  1. Memimpin dan menyelenggarakan kegiatan bidang sesuai dengan tugas bidang masing-masing yang meliputi perencanaan dan pelaksanaan program kerja;
  2. Membagi tugas diantara Wakil Ketua dan Anggota pengurus Bidang masing-masing;
  3. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas yang dilakukan oleh Wakil Ketua dan anggota pengurus bidang masing-masing;
  4. Melimpahkan tugas dan wewenang kepada Wakil Ketua apabila Ketua berhalangan;
  5. Memberikan saran dan pertimbangan yang dipandang perlu kepada Ketua/Wakil Ketua, baik diminta maupun tidak diminta;
  6. Melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada Ketua.
TUGAS DAN WEWENANG WAKIL KETUA BIDANG :
  1. Membantu Ketua Bidang dalam melaksanakan tugas sesuai dengan ruang lingkup yang telah ditentukan;
  2. Menyusun rencana program kerja dan anggaran biaya bidang masing-masing;
  3. Mewakili Ketua apabila Ketua Bidang berhalangan;
  4. Memberikan saran dan pertimbangan yang dipandang perlu kepada Ketua Bidang, baik diminta maupun tidak diminta;
  5. Melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada Ketua Bidang.

KEGIATAN - KEGIATAN
Program kerja Bidang Ekonomi diarahkan pada upaya untuk meningkatkan pengumpulan dana bagi organisasi, meningkaktan kemampuan dan ketrampilan anggota untuk menambah penghasilan keluarga dan memasyarakatkan kehidupan berkoperasi.
Adapun kegiatan yang telah dilaksanakan DWP Provinsi Jawa Timur antara lain :
  • Mengelola Toko di Sekretariat DWP, yang menjual semua atribut organisasi.
  • Menyelenggarakan bazar pada setiap penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan banyak unsur pelaksana.
  • Memasarkan hasil ketrampilan anggota, seperti : Sprei, kue, dll
  • Mengadakan Pra Koperasi berupa simpan pinjam.
  • Mengadakan pelatihan kursus membuat kue dan masakan di PT. Bogasari.
  • Mengadakan pelatihan pengelolaan Catering, salon dan rias penganten serta pelatihan pengelolaan management keuangan.
  • Mengadakan tabungan wisata.
  • Mengadakan pelatihan tentang perkoperasian.

Read more...

Pelatihan Internet













Read more...

Sertijab

Gambar Serah Terima Jabatan Ketua DWP Prov. Jatim antar waktu masa bakti 2004-2009 periode Juni 2009 - Desember 2009 Dari Ibu Ain Chusnul Arifien Damuri kepada Ibu Purmiasih Rasiyo







Read more...

Bidang Pendidikan

BIDANG PENDIDIKAN

Sesuai dengan misi DWP yaitu "Menyejahterakan anggota melalui Bidang Pendidikan, Ekonomi dan Sosial Budaya secara Demokratis" maka struktur organisasi masing-masing bidang ada Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Anggota; Kepengurusan tersebut sesuai kebutuhan serta melihat situasi dan kondisi organisasi DWP masing-masing instansi.


TUGAS DAN WEWENANG KETUA BIDANG :
  1. Memimpin dan menyelenggarakan kegiatan bidang sesuai dengan tugas bidang masing-masing yang meliputi perencanaan dan pelaksanaan program kerja;
  2. Membagi tugas diantara Wakil Ketua dan Anggota pengurus Bidang masing-masing;
  3. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas yang dilakukan oleh Wakil Ketua dan anggota pengurus bidang masing-masing;
  4. Melimpahkan tugas dan wewenang kepada Wakil Ketua apabila Ketua berhalangan;
  5. Memberikan saran dan pertimbangan yang dipandang perlu kepada Ketua/Wakil Ketua, baik diminta maupun tidak diminta;
  6. Melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada Ketua.
TUGAS DAN WEWENANG WAKIL KETUA BIDANG :
  1. Membantu Ketua Bidang dalam melaksanakan tugas sesuai dengan ruang lingkup yang telah ditentukan;
  2. Menyusun rencana program kerja dan anggaran biaya bidang masing-masing;
  3. Mewakili Ketua apabila Ketua Bidang berhalangan;
  4. Memberikan saran dan pertimbangan yang dipandang perlu kepada Ketua Bidang, baik diminta maupun tidak diminta;
  5. Melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada Ketua Bidang.

KEGIATAN - KEGIATAN
  1. Bidang Pendidikan adalah program yang melaksanakan kegiatan mengarah pada upaya peningkatan sumber daya manusia, khususnya para anggota DWP pada semua tingkat kepengurusan melalui peningkatan kemampuan, ketrampilan dan pembinaan mental.
  2. Adapun kegiatan yang telah dilaksanakan DWP Provinsi Jawa Timur, antar lain :
  3. Mencetak SKTB TK DWP setiap tahun.
  4. Memberikan santunan pendidikan untuk putra/putri anggota yang berprestasi dan diberikan pada saat peringatan HUT DWP.
  5. Menyalurkan dana Dana Bantuan Murid (BPM) dari DWP Pusat tahun 2005.
  6. Menyalurkan dana Beasiswa Supersemar lewat DWP Pusat sampai sekarang.
  7. Mengadakan pelatihan tenaga pengajar TK.
  8. Penataran / pelatihan tentang pengelolaan administrasi sekolah.
  9. Pelatihan pengelolaan sekolah untuk pengurus yayasan.
  10. Kunjungan kerja ke sekolah untuk studi banding pada sekolah yang dikelola oleh DWP.
  11. Pemberian bantuan APE ke TK yang dikelola oleh DWP.
  12. Mengunjungi SLB, SMK, TK bersama Yayasan dalam rangka pembagian makanan bergizi
  13. Melaksanakan lomba guru TK.
  14. Memberikan bantuan kepada Yayasan pendidikan SLB
  15. Gerakan orang tua asuh yang diberikan kepada para putra/putri anggota golongan I & II.
  16. Mengikuti seminar pemantapan peran organisasi wanita.
  17. Mengadakan ceramah kepribadian dan tata cara berbusana serta tata rias wajah.
  18. Mengadakan ceramah kesehatan tentang menopouse, tentang kanker rahim dan kanker payudara.
  19. Bekerja sama dengan Bidang Ekonomi melaksanakan kursus membuat kue dan masakan di PT. Bogasari setiap tahun sekali.
  20. Pelatihan pembawa acara (MC)
  21. Pelatihan Management pemberdayaan sampah dan kupas tuntas budidaya dan pemeliharaan anggrek.
  22. Menyelenggarakan ceramah dan pemeriksaan osteoporosis.
  23. Mengadakan lomba pidato tanpa teks.
  24. Mengadakan cearmah tentang kesehatan kulit dan wajah.
  25. Mengadakan pelatihan pembuatan ketrampilan dari bahan daur ulang.

Read more...

Bendahara

BENDAHARA

Program pendukung kedua pada Kantor DWP adalah BENDAHARA Program Kerja Bendahara diarahkan pada upaya mewujudkan pengelolaan keuangan organisasi yang tertib dan dapat dipertanggungjawabkan serta mengacu pada Pedoman Administrasi Keuangan DWP.

TUGAS DAN WEWENANG BENDAHARA :
  1. Memimpin dan menyelenggarakan kegiatan pengelolaan keuangan organisasi yang meliputi penerimaan, pengimpanan, pengeluaran dan pembukuan;
  2. Mengeluarkan uang atas persetujuan Ketua;
  3. Membagi tugas diantara Wakil Bendaharan dan anggota pengurus Bendahara lainnya;
  4. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas yang dilakukan oleh Wakil Bendahara;
  5. Memberikan saran dan pertimbangan yang dipandang perlu kepada Ketua / Wakil Ketua, baik diminta maupun tidak diminta;
  6. Menyiapkan bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran yang sah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, untuk diverifikasi satu kali dalam setahun atau sewaktu-waktu apabila diperlukan;
  7. Melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada Ketua.
TUGAS DAN WEWENANG WAKIL BENDAHARA :
  1. Membantu Bendahara dalam melaksanakan tugas pengelolaan Administrasi Keuangan;
  2. Mengeluarkan uang sesuai dengan surat kuasa yang diberikan oleh Bendahara atas persetujuan Ketua;
  3. Memberikan saran dan pertimbangan yang dipandang perlu kepada Bendahara, baik diminta maupun tidak diminta;
  4. Melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada Bendahara.

Read more...

Sekretaris

SEKRETARIS

Kegiatan Sekretaris terbagi dalam 3 Bagian :

BAGIAN ORGANISASI :
Program Kerja Bagian Organisasi diarahkan pada upaya meningkatkan daya guna organisasi DWP pada semua tingkat kepengurusan agar mampu melaksanakan tugas dan fungsinya secara optimal, efektif dan efisien sehingga misi organisasi dapat tercapai.


BAGIAN ADMINISTRASI UMUM :

Program Kerja Bagian Administrasi Umum diarahkan pada upaya mewujudkan penyelenggaraan administrasi kantor yang tertib sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku, dan berpedoman pada Tata Persuratan dan Tata Kearsipan DWP.


BAGIAN INFORMASI :

Program Kerja Bagian Informasi diarahkan pada upaya meningkatkan kemampuan organisasi untuk memberikan informasi dan sarana komunikasi bagi anggota dan pengurus baik kedalam maupun keluar.


TUGAS DAN WEWENANG SEKRETARIS :

  1. Memimpin dan menyelenggarakan tugas kesekretariatan yang meliputi Bagian Organisasi, Bagian Administrasi Umum dan Bagian Informasi;
  2. Membagi tugas diantara Wakil Sekretaris dan Anggota Pengurus Sekretariat lainya;
  3. Mengkoordinasikan tugas-tugas kesekretariatan yang dilaksanakan oleh Wakil Sekretaris dan anggota pengurus sekretariat lainnya;
  4. Memberikan saran dan pertimbangan yang dipandang perlu kepada Ketua, baik diminta maupun tidak diminta;
  5. Mengkoordinasikan dan menghimpun serta meringkas laporan tahunan dari Sekretariat, Bendahara, Bidang, dan unit kerja pada lingkungan masing-masing;
  6. Melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada Ketua.
TUGAS DAN WEWENANG WAKIL SEKRETARIS :
  1. Membantu Sekretaris dalam menyelenggarakan tugas kesekretariatan;
  2. Melaksanakan tugas kesekretariatan sesuai dengan ruang lingkup yang telah ditentukan;
  3. Mewakili Sekretaris apabila Sekretaris berhalangan;
  4. Memberikan saran dan pertimbangan yang dipandang perlu kepada Sekretaris, baik diminta maupun tidak diminta;
  5. Melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada Sekretaris.

KEGIATAN - KEGIATAN

BAGIAN ORGANISASI
  • Menyelenggarakan Konsolidasi dan Sosialisasi organisasi tentang Munas I DWP kepada unsur pelaksana pada tanggal 24 Pebruari 2004.
  • Menerbitkan Surat Keputusan tentang pengesahan Ketua dan Pengurus unsur pelaksana DWP Prov. Jatim masa bakti tahun 2004-2009.
  • Menyampaikan semua petunjuk organisasi dari DWP Pusat kepada unsur pelaksana
  • Mengadakan pendataan anggota disemua unsur pelaksana
  • Merealisasikan aturan organisasi sesuai AD/ART DWP dan SK DWP Pusat.
  • Menghimpun, mengolah dan mengevaluasi LPPK dari unsur pelaksana DWP Prov. Jatim
  • Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan dalam rangka peringatan HUT DWP
  • Menghadiri undangan Lembaga / Instansi terkait.

BAGIAN ADMINISTRASI UMUM
  • Mengagendakan / mengarsipkan surat-surat
  • Mempersiapkan semua jenis tulisan organsiasi, misalnya : Sambutan, Laporan, dll.
  • Mempersiapkan dan mengarsipkan surat menyurat organisasi, bahan rapat, Juklak, Surat Keputusan, dll.
  • Menghimpun laporan dari Bendahara dan Bidang-Bidang pada setiap rapat pengurus.
  • Mempersiapkan sarana/prasarana untuk rapat / pertemuan rutin Pengurus dan kebutuhan yang diperlukan untuk kelancaran administrasi organisasi, antar lain pengadaan ATK.
  • Menginventarisasikan semua kegiatan dan mengatur jadwal.
  • Membuat dan menyusun laporan khusus kegiatan.
  • Menghimpun dan Menyusun Laporan Tahunan / LPPK.
  • Memberikan apresiasi kepada Pengurus pada saat lebaran.
  • Pengadaan dan perawatan barang-barang inventaris Kantor.

BAGIAN INFORMASI
  • Meliput dan mendokumentasikan semua kegiatan organisasi dalam kurun waktu Januari sampai dengan Desember.
  • Mendistribusikan dan menyebarluaskan media informasi serta brosur kepada unsur pelaksana.
  • Menginformasikan semua tulisan, kegiatan organisasi, ketentuan dari DWP Pusat kepada unsur pelaksana.
  • Menyusun kegiatan organisasi.
  • Mengadakan siaran Radio, TV, dll.
  • Menyusun kliping
  • Bekerja sama dengan RRI, TVRI, JTV untuk meliput, menyiarkan dan menyebarluaskan mengenai kegiatan organisasi, antara lain : Peringatan hari besar, peringatan HUT, dan semua kegiatan Bidang-bidang.
  • Bekerja sama dengan Dinas Infokom untuk mempublikasikan kegiatan-kegiatan DWP.

Read more...

Tata Cara Serah terima

TATA CARA SERAH TERIMA JABATAN KETUA

1. Serah terima Jabatan Ketua DWP dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan tentang :

  • Pengesahan Pengurus pada semua tingkat kepengurusan yang ditetapkan oleh Ketua DWP satu tingkat diatasnya dan diberikan hanya satu kali dalam masa bakti.
  • Pengesahan Ketua antar waktu pada semua tingkat kepengurusan yang ditetapkan oleh Ketua DWP satu tingkat diatasnya
2. Penyelenggara adalah pengurus DWP yang bersangkutan
3. Serah Terima Jabatan Ketua DWP dilaksanakan dan dihadiri oleh pengurus dan Anggota
4. Ketentuan pelaksanaan penanda tanganan Berita Acara Serah Terima sebagai berikut :
  • Naskah Berita Acara disiapkan oleh Sekretaris DWP yang bersangkutan;
  • Berita Acara ditandatangani oleh Ketua Lama dan Baru; disaksikan dan turut menandatangani Penasehat DWP yang bersangkutan.
  • Penandatanganan Berita Acara sebagaimana dimaksud pada butir 4b selain Penasehat dapat juga ditambah dengan Ketua DWP satu tingkat diatasnya apabila hadir.
  • berita Acara dilengkapi Memori Serah Terima Jabatan.
5. Tata Tertib Acara :
a. Pakaian Seragam Resmi DWP
b. Perlengkapan Acara
  • disebelah kanan meja pimpinan ditempatkan gambar Presiden Republik Indonesia dan Sang Saka Merah Putih.
  • Disebelah kiri ditempatkan gambar Wakil Presiden RI dan Vandel DWP.
  • Spanduk / Joglo sesuai kebutuhan.
c. Susunan Acara :
  • Pembukaan
  • Menyanyikan Hymne DWP
  • Pembacaan Surat Keputusan
  • Penandatanganan Berita Acara Serah Terima
  • Penyerahan Memori dari Ketua Lama kepada Ketua Baru
  • Sambutan-Sambutan
  • Menyanyikan Mars DWP
  • Pembacaan Do'a
  • Penutup
Catatan :
  • Pembacaan Surat Keputusan oleh Pengurus DWP satu tingkat diatasnya apabila hadir; jika tidak, Surat Keputusan dibacakan oleh Sekretaris DWP yang bersangkutan.
  • Sambutan-sambutan : Ketua Lama, Ketua Baru, Ketua DWP satu tingkat diatasnya dan/atau Penasehat, disesuakna dengan situasi dan kondisi.


Sesuai Petunjuk Pelaksanaan DWP Pusat Nomor : JUKLAK 544/DWPP/VIII/2005, tanggal 11 Agustus 2005.

Read more...

Tata Cara Pergantian Ketua

KRONOLOGI PERGANTIAN KETUA ANTAR WAKTU

  1. Ketua yang akan mutasi memberikan Mandat kepada salah satu Wakil atau Pengurus.
  2. Ketua mengundurkan diri dengan membuat Surat pengunduran diri kepada Ibu Ketua DWP setingkat diatasnya.
  3. Penerima mandat mengadakan pertemuan pengurus dan anggota dengan acara Pemilihan Ketua.
  4. Setelah Ketua terpilih dimintakan pengesahannya ke Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Timur, yang menanda tangani permohonan pengesahan Ketua adalah Penerima Mandat.
  5. Setelah Surat Keputusan pengesahan turun diadakan pertemuan anggota dengan acara Serah Terima Jabatan Ketua.

Read more...

>> 07 Juni 2009

UNSUR PELAKSANA DWP INSTANSI PEMERINTAH PROVINSI

1. DWP SETDA PROV. JATIM
2. DWP SEKRETARIAT DPRD
3. DWP DINAS PENDAPATAN
4. DWP DINAS PETERNAKAN
5. DWP DINAS PERKEBUNAN
6. DWP DINAS KESEHATAN
7. DWP DINAS PENDIDIKAN
8. DWP DINAS SOSIAL
9. DWP DINAS PERHUBUNGAN DAN LLAJ
10. DWP DISNAKERTRANSDUK
11. DWP DINAS PU. CIPTA KARYA DAN TATA RUANG
12. DWP DINAS PU BINA MARGA
13. DWP DINAS PU PENGAIRAN
14. DWP DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN
15. DWP DINAS ENERGI & SDM
16. DWP DINAS KEBUDAYAAN & PARIWISATA
17. DWP DINAS KEPEMUDAAN DAN KEOLAHRAGAAN
18. DWP DINAS KOPERASI & UMKM
19. DWP DINAS KEHUTANAN
20. DWP DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
21. DWP DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN
22. DWP DINAS PERTANIAN
23. DWP INSPEKTORAT PROVINSI
24. DWP BADAN KETAHANAN PANGAN
25. DWP BADAN PENANAMAN MODAL
26. DWP BALITBANG
27. DWP BADAN PENDIDIKAN DAN LATIHAN
28. DWP BADAN PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN
29. DWP BADAN KESATUAN BANGSA
30. DWP BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
31. DWP B P K P
32. DWP BADAN PERENCANAAN DAN PEMBANGUNAN DAERAH
33. DWP BADAN PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN
34. DWP BADAN KEPEGAWAIAN
35. DWP SATPOL PP
36. DWP BKKBN
37. DWP BADAN PUSAT STATISTIK
38. DWP KANWIL AGAMA
39. DWP KANWIL HUKUM DAN HAM
40. DWP KANWIL B P N
41. DWP KANWIL B K N
42. DWP KANTOR BULOG DIVRE JATIM
43. DWP TVRI SURABAYA
44. DWP RRI SURABAYA
45. DWP UNIVERSITAS AIRLANGGA
46. DWP UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
47. DWP I A I N SUNAN AMPEL
48. DWP I T S 10 NOPEMBER SURABAYA
49. DWP KOPERTIS WILAYAH VII
50. DWP PERUM PERHUTANI
51. DWP RUMAH SAKIT UMUM DR. SUTOMO
52. DWP RUMAH SAKIT UMUM HAJI
53. DWP RUMAH SAKIT JIWA MENUR
54. DWP KANWIL XV DITJEN PERBEND. SURABAYA
55. DWP PUSVETMA
56. DWP BALAI BESAR LAB. KESEHATAN SURABAYA

Ditambah Unsur pelaksana 38 DWP Kabupaten / Kota seluruh Jawa Timur

Catatan :
* Klik DWP untuk membuka Blog.

Read more...

Lambang DWP

ARTI LAMBANG DWP



LAMBANG BAGIAN I Bunga melati berwarna putih yang berkelopak dengan latar belakang sang saka Merah Putih mengandung arti : Kedudukan wanita sebagai salah satu asset bangsa dalam pengabdianya kepada bangsa, tanah air, dan negara Republik Indonesia, yang berasaskan Pancasila dan berdasarkan UUD 1945.

Warna putih melambangkan kesucian dan keluhuran budi wanita serta persaudaraan, kekeluargaan diantara sesamanya.

Putik bunga berwarna kuning dan berjumlah lima melambangkan cita-cita dan perintis yang mewariskan sifat-sifat kemurnian pengabdian dan kesetiaan serta kepada generasi wanita penerus dalam pembangunan masyarakat dan manusia Indonesia seutuhnya.

warna kuning melambangkan cita-cita yang luhur, sedangkan lima putik bunga melambangkan adanya generasi wanita penerus yang berkelanjutan.

LAMBANG BAGIAN II
Gambar padi terdiri dari 15 butir dan kapas terdiri dari 6 buah melambangkan cita-cita dan tujuan organisasi DWP, yaitu mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang merata berasaskan Pancasila dan berdasarkan UUD 1945, bagi seluruh rakyat Indonesia pada umumnya dan bagi seluruh anggota DWP pada khususnya.

Gambar padi juga sebagai simbol kegiatan bidang ekonomi, sedangkan gambar kapas sebagai simbol kegiatan bidang sosial budaya.

LAMBANG BAGIAN III
Gambar rantai terdiri dari 15 mata rantai melambangkan rasa persatuan dan persaudaraan yang erat diantara seluruh anggota DWP, untuk secara bersama-sama bahu membahu dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi organisasi guna mencapai cita-cita dan tujuan organisasi.

LAMBANG BAGIAN IV
Gambar buku melambangkan kegiatan bidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas anggota dengan senantiasa menimba ilmu pengetahuan sesuai dengan laju perkembangan teknologi.

Read more...

Vandel

VANDEL DWP

Read more...

Seragam Lapangan dan Olah Raga




PAKAIAN SERAGAM LAPANGAN










BLOUSE :
1. Warna Peach
2. Lengan 7/8, atau panjang (menyesuaikan)
3. Kancing bungkus 5 buah
4. Bahan katun

CELANA PANJANG :
1. Warna Hitam

KELENGKAPAN :
1. Tas warna hitam
2. Sepatu tertutup warna hitam
3. Giwang sederhana, cincin kawin dan arloji
4. Lencana DWP disematkan di dada sebelah kiri

Catatan :
Bagi yang berkerudung dilengkapi dengan kerudunga DWP, tanpa aksesoris.


PAKAIAN SERAGAM OLAH RAGA

KAOS :
1. Warna Putih
2. Lengan panjang, dengan manset warna Peach
3. Krah warna peach
4. Kancing 2 buah
5. Kantong sebelah kiri
6. Logo DWP disebelah kiri
7. Disekitar logo bagian bawah tercantum tulisan DWP dengan huruf miring
8. Belahan kiri dan kanan.
9. BAHAN POLO

CELANA PANJANG :
1. Warna Putih
2. dengan 2 strip disamping kiri dan kanan warna peach
3. Kantong kiri dan kanan
4. Model lurus
5. Bahan POLO

KELENGKAPAN : Sepatu olah raga

Read more...

Seragam DWP

SERAGAM RESMI DWP



BLOUSE
1. Lengan panjang
2. Garis Wiener
3. Panjang + 30 cm dari pinggang
4. Kancing 4 buah, lubang bobok (gepas puler) 2 cm, warna sama dengan bahan
5. Saku lebar 13 1/2 cm, tinggi 18 cm, letaknya + 6-7 cm dari pinggang
6. Tutup saku 4 1/2 cm x 12 1/2 cm

KERAH BLOUSE
1. Model sesuai contoh
2. Ukuran kerah sesuai contoh

ROK
1. Model : Lurus
2. Panjang + 10 cm dibawah lutut
3. Ritsluiting belakang
4. Bagian belakang bawah diberi belahan menumpuk



PAKAIAN SERAGAM KERJA

BLOUSE
1. Lengan pendek
2. Garis Wiener
3. Panjang + 30 cm dari pinggang
4. Kancing 4 buah, lubang bobok (gepas puler) 2 cm, warna sama dengan bahan
5. Saku lebar 13 1/2 cm, tinggi 18 cm, letaknya + 6-7 cm dari pinggang
6. Tutup saku 4 1/2 cm x 12 1/2 cm

KERAH BLOUSE
1. Model sesuai contoh
2. Ukuran kerah sesuai contoh

ROK
1. Model : Lurus
2. Panjang + 10 cm dibawah lutut
3. Ritsluiting belakang
4. Bagian belakang bawah diberi belahan menumpuk






PAKAIAN SERAGAM LAPANGAN










BLOUSE :
1. Warna Peach
2. Lengan 7/8, atau panjang (menyesuaikan)
3. Kancing bungkus 5 buah
4. Bahan katun

CELANA PANJANG :
1. Warna Hitam

KELENGKAPAN :
1. Tas warna hitam
2. Sepatu tertutup warna hitam
3. Giwang sederhana, cincin kawin dan arloji
4. Lencana DWP disematkan di dada sebelah kiri

Catatan :
Bagi yang berkerudung dilengkapi dengan kerudunga DWP, tanpa aksesoris.


PAKAIAN SERAGAM OLAH RAGA

KAOS :
1. Warna Putih
2. Lengan panjang, dengan manset warna Peach
3. Krah warna peach
4. Kancing 2 buah
5. Kantong sebelah kiri
6. Logo DWP disebelah kiri
7. Disekitar logo bagian bawah tercantum tulisan DWP dengan huruf miring
8. Belahan kiri dan kanan.
9. BAHAN POLO

CELANA PANJANG :
1. Warna Putih
2. dengan 2 strip disamping kiri dan kanan warna peach
3. Kantong kiri dan kanan
4. Model lurus
5. Bahan POLO

KELENGKAPAN : Sepatu olah raga

Read more...

Papan Nama DWP

Berdasarkan Surat Keputusan DWP Pusat Nomor : SKEP580/DWPP/VIII/2005, tanggal 22 Agustus 2005, ketentuan tentang Papan Nama sebagai berikut :

1. Bentuk dan Warna Papan Nama DWP
  • Bentuk empat persegi panjang dengan ukuran panjang dan lebar seperti yang ditetapkan dibawah ini.
  • b. Warna dasar papan putih, warna tulisan hitam
  • c. Warna lambang sesuai dengan yang tercantum dalam Lampiran I Keputusan DWP PusatNomor : KEP.73/DWPP/VII/2000, tanggal 24 Juli 2000 tentang Atribut.
  • d. Ukuran lambang disesuaikan dengan besarnya papan.
2. Ukuran Papan Nama
a. Dharma Wanita Pusat
  • Panjang : 200 cm
  • Lebar : 150 cm

b. Dharma Wanita Persatuan Provinsi
Panjang : 180 cm
Lebar : 135 cm

c. DWP IPP dan DWP Kabupaten / Kota
  • Panjang : 160 cm
  • Lebar : 120 cm

d. Unit Kerja DWP Kabupaten / Kota
  • Panjang : 140 cm
  • Lebar : 105 cm

e. Dharma Wanita Persatuan Kelurahan / Desa
  • Panjang : 120 cm
  • Lebar : 90 cm

3. Papan Nama Mencantumkan :
  • Lambang Organisasi, ditengah bagian atas
  • Nama organisasi disesuaikan dengan nama instansi yang bersangkutan
  • Alamat dan Nomor telepon
4. Penulisan Papan Nama :
  • Huruf yang digunakan adalah huruf cetak latin
  • Nama organisasi dengan huruf besar, alamat kantor ditulis dengan huruf besar namunukuran lebih kecil daripada nama organisasi.
5. Pemasangan Papan Nama
  • Dapat dipancangkan dengan tiang, ditempelkan, atau digantungkan pada tempat yang mudah dilihat.
  • Tinggi tiang disesuaikan dengan proporsi bangunan.
  • Harus mengindahkan ketentuan Pemerintah Daerah tentang pemasangan papan namaberlaku di daerah yang bersangkuan.

Read more...

SEJARAH SINGKAT DHARMA WANITA PERSATUAN

Di era Reformasi. Organisasi istri Pegawai Republik Indonesia yang dulu dikenal dengan Nama Dharma Wanita telah berubah menjadi DHARMA WANITA PERSATUAN Perubahannya bukan hanya sekedar menambahkan kata ”Persatuan” tapi lebih dari itu!!!

Bisa jadi belum banyak orang yang mengetahui, bahwa organisasi ini telah melakukan perubahan mendasar. Semua itu dilakukan demi menjawab tuntutan dan tantangan jaman. Jika semula anggotanya terdiri atas istri pegawai Republik Indonesia yang meliputi pegawai negeri sipil, anggota ABRI yang dikaryakan dan pegawai BUMN, kini keanggotaannya terbatas hanya untuk istri pegawai negeri sipil (PNS). Tidak ada lagi muatan politik dari pemerintah, sehingga organisasi memiliki netralitas dalam kehidupan politik. Perubahan yang dilakukan merupakan wujud penyesuaian terhadap perkembangan jaman dan situasi di masyarakat. Dalam prosesnya, pro dan kontra tak terhindari. Ada yang benar-benar ingin melakukan perubahan, ada yang tidak mau berubah dan memilih tetap seperti sedia kala, ada juga yang awalnya bersemangat untuk berubah tapi kemudian berubah lagi untuk tidak berubah! Laksana bahtera yang awalnya lancar menembus samudra biru. Semilir angin kadang mengiring, hampir tanpa ombak. Riak-riak yang adapun selalu bisa dilalui dengan aman. Namun, samudra tidak selamanya tenang. Suatu saat, ia bergolak bersama badai. Ombak datang menghantam seakan ingin melulu-lantakkan bahtera itu. Menghadapi hal itu, nahkoda dan seluruh awak tak bisa tinggal diam. Agar bisa keluar dengan selamat, keadaan harus diatasi, keputusan dan langkah musti diambil. Bisa dibilang, seperti itulah situasi yang terjadi pada bahtera organisasi Dharma Wanita pada awal era Reformasi. Seorang nahkoda yang baik pasti akan dengan gigih mempertahankan keadaan dan keberadaan bahtera yang menjadi tanggung jawabnya. Hal yang sama terjadi dengan nahkoda Dharma Wanita. Ia terus berupaya agar bahtera yang menjadi tanggung jawabnya bisa menyesuaikan dengan perkembangan situasi di sekitar dan di depannya. Sesungguhnya, nahkoda itu telah mengamati tanda-tanda; langit yang bergerak ke abad baru dan hembusan angin yang bertiup ke arah perubahan. Ia juga sudah mengantisipasi keadaan yang mungkin terjadi, dan memang terjadi! Diterjang ombak besar, bahtera itu hampir oleng dan nyaris karam. Tapi, badai yang menghadang harus ditembus. Didalam bahtera, kabut berbaur asap yang hampir menutup pandangan. Untuk bisa selamat, kegigihan nahkoda dan awaknya dipertaruhkan. Segala daya dikerahkan. Akhirnya, syukur Alhamdulillah badai bisa dilalui dan kabut berhasil disibak. Bahtera pun dapat keluar dengan selamat, dengan menyandang nama baru : Dharma Wanita Persatuan.
Perubahan Dharma Wanita menjadi Dharma Wanita Persatuan memerlukan banyak tahapan dalam pemikiran dan pertimbangan dari berbagai kalangan, antar lain : KORPRI.
Dari himpunan pendapat-pendapat tersebut disimpulkan dan disepakati bahwa organisasi harus direformasi / dirubah menjadi organisasi sosial kemasyarakatan yang netral dari politik – independen – demokratis. Sesuai arahan Menteri Dalam Negeri saat itu, bahwa : 1. Pemerintah tidak akan memberi misi politik lagi.
2. Organisasi agar independen tidak ada lagi pembinaan langsung dari pemerintah.
3. Jabatan Ketua tidak harus fungsional, sebaiknya dipilih oleh secara demokrasi.
4. Organisasi supaya disederhanakan
5. Nama dan atribut Dharma Wanita perlu dirubah.

Arahan Mendagri menginsyaratkan bahwa Visi dan Misi organisasi harus dirubah, perubahan visi dan misi tidak cukup dengan SK, harus dituangkan dalam sebuah rancangan Anggaran Dasar yang disahkan dan ditetapkan di Munas. Namun Munas yang mana ? Munas tahun 2003? Tidak mungkin! (Sebagaimana diketahui Munas V Dharma Wanita baru berlangsung 2 bulan sebalumnya, sedangkan Munas Dharma Wanita sesuai Anggaran Dasar Dharma Wanita berlangsung 5 tahun sekali seiring dengan terbentuknya kabinet baru).
Dari hasil Munaslub Tahun 1999 itulah ada jawaban dan menyatakan bahwa mayoritas anggota menghendaki supaya organisasi Dharma Wanita direformasi. Sementara itu KORPRI sebagai Mitra Dharma Wanita pada Munas Pebruari 1999 mengeluarkan pernyataan sikap antara lain : Tidak akan berafiliasi dan tidak melibatkan diri dalam kegiatan partai politik dan tidak menjadi alat perjuangan partai politik (bersifat netral), KORPRI siap melaksanakan reformasi. Sejak awal KORPRI adalah Mitra Dharma Wanita, kedua organisasi tersebut harus sejalan dan sehaluan. Bisa dimengerti karena anggota KORPRI ialah suami dari Ibu-Ibu yang tergabung dalam organisasi Dharma Wanita. Itulah sebabnya bahwa Dharma Wanita harus mempunyai sikap yang sama dengan KORPRI.

Dengan berdasarkan pada : - Arahan dari Mendagri; - Hasil Angket anggota; - Pendapat berbagai pihak; - Memperhatikan hasil ketetapan Munas KORPRI.
Disusunlah rancangan Anggaran Dasar. Hampir setahun rancangan tersebut digodog oleh Panitia Munaslub-bolak-balik dari pusat ke daerah, dari daerah ke pusat. Memang sangat sulit untuk merubah pola pikir, mereka sudah bertahun-tahun terbiasa dengan mengenyam kemudahan-kemudahan. Sangat banyak kendala yang harus kami lalui. Kendala yang jauh lebih berat dari kendala sebelumnya, mungkin dikarenakan pada waktu itu sudah berada di alam demokrasi. Alhamdulillah, substansi rancangan Anggaran Dasar hampir seluruhnya diterima oleh sidang Munaslub. Yang menjadi pembahasan yang sangat hangat ketika itu ialah ketika membahas tentang perubahan nama ”Dharma Wanita” dengan sederetan nama yang diusulkan, antara lain : Persatuan Istri Pegawai Negeri Sipil (PIPNS) RI.
Dalam upaya menjembatani masalah tersebut, pengurus Pusat yaitu Ibu Hartini Hartarto selaku pemimpin Munaslub menyampaikan jalannya Munaslub pada hari pertama kepada Ibu Sinta Nuriyah, sebagai Penasehat Utama Dharma Wanita. Pada saat itu beliau mengusulkan menambah nama ”Persatuan” dibelakang nama Dharma Wanita untuk disesuaikan dengan nama Kabinet Persatuan Nasional dibawah Presiden Abdurrahman Wahid.
Alhamdulillah, akhirnya Sidang Munaslub menerima usul kata Persatuan dibelakang Dharma Wanita menjadi DHARMA WANITA PERSATUAN. Puji Syukur kepada Allah SWT, bahwa Munaslub Dharma Wanita yang diselenggarakan pada tanggal 6-7 Desember 1999 telah menerima, menetapkan dan mengesahkan seluruh rancangan Anggaran Dasar dengan nama Organisasi Dharma Wanita Persatuan dan selanjutnya diadakan Pemilihan Ketua Umum, terpilihlah Ny. Dr. Nila F Moeloek menjadi Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan sampai saat ini.

Dari sejarah singkat tersebut diatas marilah kita pelajari dan fahami, bagaimana seharusnya kita anggota DWP berfikir dan bertindak.
Banyak kalangan dan bahkan para Suami PNS yang beranggapan bahwa organisasi DWP adalah organisasi yang tidak bermanfaat serta hanya menghamburkan anggaran pemerintah, BAGAIMANA MENURUT IBU-IBU ???
BENARKAH ANGGAPAN TERSEBUT ???

Read more...

Susunan Pengurus

>> 05 Juni 2009

SUSUNAN PENGURUS DHARMA WANITA PERSATUAN
PROVINSI JAWA TIMUR MASA BAKTI 2004 – 2009
PERIODE JUNI 2009 – DESEMBER 2009


PENASEHAT
1. Gubernur Jawa Timur :
Bp. DR. H. Soekarwo
2. Istri Gubernur Jawa Timur :
Ibu Dra. Hj. Nina Soekarwo, MSi
3. Wakil Gubernur Jawa Timur :
Bp. Drs. H. Syaifullah Yusuf
4. Istri Wakil Gubernur Jawa Timur :
Ibu Fatma Syaifullah Yusuf
5. Sekretaris Daerah Prov. Jatim :
Bp. DR. H. Rasiyo, MM


Ketua

Dra. Ny. Hj. Purmiasih Rasiyo, MM
Wakil Ketua
Ny. Sutjahjono Soejitno
Wakil Ketua
Ny. Endro Siswantoro
Wakil Ketua
Ny. Chusnul Arifien Damuri

Sekretaris
Ny. Agus Syamsuddin
Wakil Sekretaris
Ny. Braman Setyo

Bendahara
Ny. Harun
Wakil Bendahara
Ny. Achmad Sukardi

Bidang-Bidang

Bidan Pendidikan
Ketua :
Ny. Hary Soegiri
Wakil Ketua :
Ny. Made Sutarya
Sekretaris :
Ny. Hartoyo
Anggota :
Ny. Soedirman
Ny. Ridwan Nasir

Bidang Ekonomi
Ketua :
Ny. Hadi Prasetyo
Wakil Ketua :
Ny. M. Maksum
Sekretaris :
Ny. R. Kardani
Bendahara :
Ny. Soebijono
Anggota :
Ny. Sapari Ranuwidjaja
Ny. Mustofa Chamal Basya

Bidang Sosial Budaya
Ketua :
Ny. M. Subagjo
Wakil Ketua :
Ny. Indrijono
Sekretaris :
Ny. Roziqi
Anggota :
Ny. Akmal Boedianto

Read more...

10 Kualitas Pribadi yang disukai


10 KUALITAS PRIBADI YANG DISUKAI



Ketulusan
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

Kerendahan Hati
Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.

Kesetiaan
Kesetiaan sudah menjadi barang langka dan sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.

Positive Thinking
Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya.

Keceriaan
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.

Bertanggung jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.

Percaya Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

Easy Going
Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stres dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.

Empati
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

Read more...
DHARMA WANITA PERSATUAN : KUKUH - MANDIRI - BERSATU

Alamat Kantor :

Gedung Dharma Wanita Persatuan
Jl. Pahlawan No. 110 Telp. (031) 3520791, Fax. (031) 3520404 Surabaya

Email : dwpprovjatim@gmail.com, Blog : dwpprovjatim.blogspot.com


  © Blogger templates Palm by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP